CANTIKA, SEFITRIANI (2025) TRADISI MANGGUSUAK PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT DI NAGARI PANINGGAHAN, KECAMATAN JUNJUNG SIRIH, KABUPATEN SOLOK, PROVINSI SUMATERA BARAT. Strata thesis, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
|
Text (COVER)
COVER & HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Published Version Download (842kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK & DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (886kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (897kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (10201921 - CANTIKA SEFITRIANI)
10201921 - CANTIKA SEFITRIANI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Downloads
Downloads per month over past year
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang “Tradisi Manggusuak Pada Pernikahan Masyarakat Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi manggusuak pada prosesi pernikahan masyarakat Nagari Paninggahan dan untuk mendeskripsikan makna tradisi manggusuak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interpretative simbolik dari Clifford Geertz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan motode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah antara lain pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tradisi manggusuak merupakan tradisi luluran calon pengantin yang dilakukan oleh kedua orang tua dan kerabat dekat, tradisi manggususk ini dilaksanakan 3 hari sebelum calon pengantin baralek. Dimana tradisi ini melulurin calon pengantin wanita dengan ramuan tradisional yang dibuat oleh orang yang dipercayai yang di anggap faham dalam membuat ramuan itu sendiri. Makna yang terdapat dalam tradisi manggusuak adalah daun dama sebagai keberkahan dan kesuburan, daun pandan sebagai kebahagian, kesejahteraan, dan menjaga pernikahan dari ganguan atau fitnah, kencur sebagai mencegah kesialan dan pengaruh buruk bagi kedua pasangan, daun rampah sebagai kebaikan, kemakmuran, dan membuang hal-hal negative, dan perlindungan dalam rumah tangga, daun nangka sebagai pernikahan yang abadi dan tidak mudah goyah dan harapan garis keturanan tetap ada dan semakin berkembang, beras ketan sebagai keberkahan dengan kehidupan yang bercukupan dan semakin erat tak terpisahkan, daun kandung sebagai perut atau Rahim yang akan memiliki keturanan yang akan datang, daun nilam sebagai kebahagian untuk memasuki kehidupan yang baru.
| Item Type: | Thesis (Strata) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pernikahan; Tradisi; Manggusuak; Makna; Peninggahan |
| Subjects: | Seni Pertunjukan > Antropologi Budaya Seni Pertunjukan |
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Prodi Antropologi Budaya |
| Depositing User: | Tulus Setiawan |
| Date Deposited: | 08 May 2026 02:56 |
| Last Modified: | 08 May 2026 02:56 |
| URI: | http://repository.isi-padangpanjang.ac.id//id/eprint/2898 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
