PERTUNJUKAN MUSIK SOLIS SAXOPHONE DALAM KARYA QUARTET IN D MAJOR K.285, JOGET HITAM MANIS, FOUR DAN CINEMA PARADISO

Fauzan Halim, 0312613 (2018) PERTUNJUKAN MUSIK SOLIS SAXOPHONE DALAM KARYA QUARTET IN D MAJOR K.285, JOGET HITAM MANIS, FOUR DAN CINEMA PARADISO. Strata thesis, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER & HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK & DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB IV)
BAB IV & DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (0312613 - FAUZAN HALIM)
0312613 - FAUZAN HALIM.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

1. Quartet in D Major K.285 transfer for soprano saxophone. Quartet in D major K.285 transfer for soprano saxophone karya Wolfgang Amadeus Mozart. Karya ini merupakan salah satu karya besar Wolfgang Amadeus Mozart dalam bentuk sonata yang mana terdapat banyak teknik-teknik dan bisa dijadikan standar studi untuk seorang penyaji musik. Quartet in D major K.285 disajikan dalam format quartet dengan instrumen straight soprano saxophone sebagai solis, violin, viola dan cello sebagai pengiring. Karya yang dalam versi aslinya dimainkan dengan instrumen flute sebagai solis, menjadi ketertarikan bagi penyaji untuk memainkannya pada instrument straight soprano saxophone. Salah satu alasan terkuat adalah tingkat kesulitan yang dimainkan oleh instrument saxophone. Tingkat kesulitan tersebut dapat dilihat dari capaian range nada yang bisa dikatakan hampir sama, tetapi memiliki kesulitan yang berbeda dalam hal teknik tounging. Dalam karya ini banyak terdapat teknik yang menuntut kecepatan tangan seperti triller, staccato, interval yang melompat-lompat, kematangan ekspresi musik dan perubahan tempo pada setiap movement. 2. Joget Hitam Manis Joget Hitam Manis aransemen ulang oleh Anggara Satria . Hal menarik pada repertoar ini yaitu lagu melayu dengan nuansa Tango. Selain dari itu jika diidentifikasi permainan musik melayu pada kalangan muda di Sumatera Barat sangatlah sedikit, oleh karena itu karya ini diarransemen dalam bentuk musik dan format yang lebih menarik. Karya melayu ini akan disajikan dengan format solo tenor saxophone dengan ensambel string, castanets dan snare drum sebagai pengiring. 3. Four Musik bernuansa jazz yang berjudul Four karya Miles Davis. Karya ini disajikan dalam format Big Band. Hal menarik pada repertoar ini adalah rangkaian tema yang sederhana namun tidak menghilangkan karakter jazz itu sendiri seperti improvisasi dan feel ritmiknya yang khas. Selain itu terdapat beberapa teknik yang memberi tantangan kepada penyaji seperti teknik tounging, slur, intonasi dan ekspresi, speed dan pastinya kemampuan improvisasi yang menjadi karakter dari musik jazz. 4. Cinema Paradiso. Salah satu soundtrack dari film drama Italia 1988 yang berjudul Cinema Paradiso yang diciptakan oleh Ennio Morricone. Karya ini tergolong kedalam jenis musik popular dengan paduan bunyi yang sederhana dan logis, memiliki gaya musik yang menyentuh kalbu, akan tetapi mudah dan dapat dicerna oleh audiens. Ketertarikan penyaji pada karya ini salah satunya menuntut interpretasi yang kuat dalam menggambarkan romantisme dari drama tersebut, mempertahankan emosi dan dinamik serta sangat menguji kesabaran. Pertunjukan ini akan disajikan dalam format orkestra dan ditampilkan dengan Alto Saxophone sebagai solis.

Item Type: Thesis (Strata)
Subjects: Seni Pertunjukan > Seni Musik
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Prodi Seni Musik
Depositing User: Yelka Putri
Date Deposited: 11 Mar 2020 06:42
Last Modified: 11 Mar 2020 07:27
URI: http://repository.isi-padangpanjang.ac.id/id/eprint/444

Actions (login required)

View Item View Item