PENYUTRADARAAN FILM FIKSI HARI TANPA JEDA MENGGUNAKAN EYE CONTACT UNTUK MENGOPTIMALKAN SIMBOL VISUAL

Ragiel Rahmat Turisa, 0633314 (2021) PENYUTRADARAAN FILM FIKSI HARI TANPA JEDA MENGGUNAKAN EYE CONTACT UNTUK MENGOPTIMALKAN SIMBOL VISUAL. Strata thesis, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER & HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (953kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK & DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (711kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB IV)
BAB IV & DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (0633314 - RAGIEL RAHMAT TURISA)
0633314 - RAGIEL RAHMAT TURISA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Downloads

Downloads per month over past year

Abstract

Quarter Life Crisis merupakan fase perubahan seorang dari remaja menjadi dewasa. Seseorang yang sedang berada dalam fase perubahan tersebut selalu merasa tidak memiliki arah, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya sendiri di masa mendatang. Film Hari Tanpa Jeda merupakan film fiksi yang mengangkat tema quarter life crisis sebagai objek penciptaan, memaparkan dampak yang ditimbulkan ketika seseorang sedang berada dalam fase quarter life crisis. Film Hari Tanpa Jeda bercerita tentang seorang pekerja kantoran yang sedang dilema dengan berbagai macam pilihan hidupnya. Simbol Visual pada film Hari Tanpa Jeda dioptimalkan dengan menggunakan Eye Contact sebagai media penyampaian pesannya. Hal yang paling penting dalam menciptakan cerita yang akan difilmkan adalah sutradara mampu membuat kekuatan cerita film dengan bahasa visual. Bahasa visual memiliki kekuatan dalam proses penyampaian pesan, salah satunya dengan eye contact dan dikuatkan dengan gestur tokoh. Film ini direaliasikan ke dalam bentuk Storyboard, untuk itu eye contact pada film ini harus benar-benar terlihat pada gambar dengan menjelaskan bagaimana emosi karakter, ekspresi wajah, eye contact, gesture, blocking, setting, shot size dan cutting-an gambar kepada storyboard artist. Penerapan eye contact hadir dalam scene yang berpengaruh, seperti arah pandang serong kanan atas (Constructed Visual) yang digunakan untuk membohongi lawan bicara tentang kondisi psikologis yang sebenarnya. Arah pandang serong kiri atas (Remembered Visual) yang digunakan untuk mengingat kembali pengalaman yang sudah pernah dirasakan. Dan arah pandang serong kiri bawah (Auditory Digital) yang digunakan ketika sedang bimbang saat mengambil keputusan. Eye contact yang digunakan semuanya bertujuan untuk mengoptimalkan simbol visual yang sudah dihadirkan pada scene-scene yang berpengaruh. Kata kunci: Quarter Life Crisis, Hari Tanpa Jeda, Eye Contact, Simbol Visual.

Item Type: Thesis (Strata)
Uncontrolled Keywords: Quarter Life Crisis, Hari Tanpa Jeda, Eye Contact, Simbol Visual.
Subjects: Seni Rupa & Desain > TV & Film
Divisions: Fakultas Seni Rupa & Desain > Prodi Televisi & Film
Depositing User: Tulus Setiawan
Date Deposited: 28 Oct 2021 06:55
Last Modified: 28 Oct 2021 06:55
URI: http://repository.isi-padangpanjang.ac.id/id/eprint/1444

Actions (login required)

View Item View Item