PELESTARIAN KESENIAN GONDANG BROGONG SEBAGAI UPAYA DALAM MENUMBUHKAN KECINTAAN BUDAYA LOKAL DI PASIR PENGARAIAN ROKAN HULU-RIAU

NANDHO PUR PRATAMA, 03204517 (2021) PELESTARIAN KESENIAN GONDANG BROGONG SEBAGAI UPAYA DALAM MENUMBUHKAN KECINTAAN BUDAYA LOKAL DI PASIR PENGARAIAN ROKAN HULU-RIAU. Strata thesis, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

[img] Text (COVER)
COVER & HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK & DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (887kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (990kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (03204517 - NANDHO PUR PRATAMA)
03204517 - NANDHO PUR PRATAMA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pasir Pengaraian Desa Lenggopan RT 001 RW 001 Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau memiliki berbagai macam kesenian tradisional yang masih bertahan hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat. Salah satu kesenianya adalah Gondang Brogong. Gondang Brogong merupakan musik ensambel perkusi yang terdiri dari beberapa alat musik yaitu enam buah Calempong, dua buah Gondang, dan satu buah Gong. Gondang Brogong dimainkan oleh lima orang atau lebih, dengan posisi dua orang pemain Calempong ditengah dan dua orang pemain Gondang pada sebelah kiri kemudian pemain Gong berada di sebelah kanan pemain Calempong. Secara tradisi kesenian Gondang Brogong digunakan untuk memeriahkan suatu perhelatan seperti penyambutan bupati, acara formal kedaerahan, pesta pernikahan, khitanan, dan aqiqah. Gondang Brogong digunakan sebagai musik pengiring tari, pengiring silat, dan pengiring lagu namun yang paling sering digunakan sebagai pengiring silat. Generasi muda di Desa Lenggopan kurang menyukai kesenian Gondang Brogong, maka pemerintah Kabupaten Rokan Hulu khususnya pemerintah Desa Lenggopan, berusaha melestarikan dan mengenalkan Gondang Brogong ke generasi muda, dengan menjadikan kegiatan ekstrakurikuler pada beberapa sekolah yang ada di Kota Pasir Pengaraian, selain itu juga digelar festival kesenian Gondang Brogong tingkat Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data dilapangan seperti daftar pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis secara interaktif dan berlansung secara terus menerus pada tahap penelitian sampai tuntas. Aktifitas dalam analisis data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana bentuk dan pelestarian kesenian Gondang Brogong yang ada di Desa Lenggopan, serta untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Lenggopan tentang kesenian Gondang Brogong. Landasan teori yang digunakan dalam buku Structure and Style of Music oleh Leon Stein, berguna untuk membedah bentuk dan struktur motif, sedangkan landasan teori pelestarian budaya lokal menurut Ranjabar digunakan untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan kesenian Gondang Brogong tersebut. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Gondang Brogong di Desa Lenggopan masih tetap lestari sampai sekarang. Pelestarian Gondang Brogong yang ada di Desa Lenggopan disebabkan oleh kehadiran Gondang Brogong tidak dapat digantikan oleh kesenian lain dalam upacara adat yang ada di Desa Lenggopan Pasir Pengaraian. Dalam sebuah perhelatan, bagi masyarakat pribumi Desa Lenggopan jika tidak ditampilkan Gondang Brogong, perhelatan tersebut dianggap tidak meriah dan sakral/suci. Kata Kunci: Pelestarian, Lenggopan, Gondang Brogong.

Item Type: Thesis (Strata)
Uncontrolled Keywords: Pelestarian, Lenggopan, Gondang Brogong.
Subjects: Seni Pertunjukan > Seni Musik
Seni Pertunjukan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Prodi Seni Musik
Depositing User: Tulus Setiawan
Date Deposited: 09 Sep 2021 01:44
Last Modified: 09 Sep 2021 01:44
URI: http://repository.isi-padangpanjang.ac.id/id/eprint/1265

Actions (login required)

View Item View Item